Doa adalah sebuah ibadah yang agung. Dimana seorang hamba merasa butuh akan Rabbnya. Di dalam doa terpanjatkan permintaan dan permohonan. Di dalam doa pula seorang hamba mengadu kepada Allah dan sebagai ucapan syukur kepada Allah Ta’ala. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu.” (QS. Al-Mukmin: 60).

Tidak sepantasnya bagi seorang hamba jika ia berdoa kepada selain Allah Ta’ala. Karena hanya Allah lah yang mampu memenuhi kebutuhan hamba-Nya, hanya Allah lah yang menghilangkan kesulitan hamba-Nya. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan.” (QS. An-Naml: 62)

Di antara hal-hal yang perlu kita perhatikan dalam berdoa adalah bagaimana etika ketika dalam berdoa. Karena yang kita mintai permohonan bukanlah kepada sesama makhluk, namun kepada Rabb yang menciptakan kita, tentu hal ini lebih-lebih lagi adab yang harus kita jaga.

[1] Berdoalah dengan rasa harap dan cemas. Karena doa adalah suatu permohonan yang belum tentu Allah kabulkan. Oleh karena itu berharap doa tersebut dikabulkan dan merasa cemas apabila ditolak merupakan pokok yang penting dalam berdoa. Hendaknya seseorang hamba berdoa dengan rasa ikhlas, rasa harap, rasa takut, merendahkan diri dan khusyuk. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyuk kepada Kami.” (QS. Al-Anbiya: 90)

[2] Jangan tergesa-gesa dalam berdoa. Di antara kesalahan sebagian orang adalah terlalu tergesa-gesa dalam berdoa, maksudnya ia ingin doa yang ia panjatkan segera dikabulkan oleh Allah. Ketahuilah bahwa di antara adab dalam berdoa adalah sabar dalam berdoa. Hal ini dapat menyebabkan seseorang berputus asa dari rahmat Allah karena ia menganggap bahwa Allah tidak mengabulkan doanya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya, “Doa salah seorang di antara kalian akan dikabulkan selama dia tidak tergesa-gesa, yaitu dengan mengatakan, ‘Aku telah berdoa namun tidak dikabulkan’”. (H.R. Al-Bukhari dan Muslim)

[3] Mulailah berdoa dengan mengucapkan kalimat tauhid. Kalimat tauhid merupakan kalimat yang mengandung keihklasan, artinya jika kita memulai dengan kalimat ini, berarti kita bersungguh-sungguh dalam berdoa, dimana kita hanya meminta kepada Allah Ta’ala. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “ Maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap[1]: ‘Bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim.’” (Q.S. Al-Anbiya: 87).

Ini adalah doa Nabi Yunus tatkala terperangkap dalam perut seekor ikan, dimana tidak ada yang bias menolongnya kecuali pertolongan dari Allah Ta’ala. Nabi Yunus memulai dengan kalimat tauhid kemudian mensucikan Allah dari segala kekurangan dan kezhaliman bagi Allah. Beliau juga mengakui kezhaliman yang telah diperbuat dengan sebenar-benar pengakuandan mengakui dosa merupakan salah satu adab yang menjadi sebab terkabulnya doa. Maka Allah kabulkan doa Nabi Yunus dengan  berfirman (yang artinya), “Maka Kami telah memperkenankan doanya dan menyelamatkannya dari pada kedukaan. Dan demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman.” (Q.S. Al-Anbiya: 88)

[4] Memulai doa dengan Nama dan Sifat Allah Ta’ala. Hal ini terkandung dalam surah yang setiap hari kita baca pada waktu shalat, yaitu surah al-fatihah. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Segala puji hanya milik Allah, Tuhan Semesta Alam, Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang” (Q.S. Al-Fatihah: 1-2). Kedua ayat ini merupakan ayat yang sangat agung, dimana terkandung tauhid rububiyah (pengesaan segala macam perbuatan Allah, pent.) dan tauhid asma’ dan sifat Allah. Maka hendaknya setiap muslim memulai doanya dengan memuji Allah Ta’ala dan menyebut nama dan sifat Allah. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Hanya milik Allah asmaa-ul husna[2], maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaa-ul husna itu” (Q.S. Al-A’raf: 180)

Analoginya, jika kita hendak meminta tolong kepada seseorang, pastilah kita memulainya dengan sesuatu yang baik. Bagaimana yang kita pinta adalah Rabb yang menciptakan kita? Tentu lebih layak lagi untuk dipuji dan dimuliakan.

[5] Rutin dan sabar dalam berdoa. Ketahuilah! Bahwa berdoa juga membutuhkan kesabaran dan kerutinan dalam melaksanakannya. Karena hal ini merupakan salah satu sebab doa kita dikabulkan. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya, “Amalan yang paling dicintai oleh Allah Ta’ala adalah amalan yang kontinu (rutin) walaupun itu sedikit.” (H.R. Muslim No. 783). Berdoa merupakan sebuah amalan yang shalih. Ibarat seseorang yang mengetuk pintu rumah seseorang, jika ia rutin melakukannya, maka si pemilik rumah pasti akan menyadari dan memperhatikan jika di waktu yang sama, ia mengulang ketukannya. Begitu juga dalam berdoa, jika kita rutin dalam berdoa, meskipun sedikit, maka Allah pasti akan memperhatikan kita dan kemungkinan doa kita akan dikabulkan akan semakin besar.

[6] Menghadirkan hati dalam berdoa. Hadirnya hati dalam berdoa merupakan salah satu sebab terkabulnya doa. Keumuman dalil menunjukkan hal tersebut, Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut” (Q.S. Al-A’raf: 55). Dan Allah juga berfirman (yang artinya), “Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan)” (Q.S. Al-A’raf: 56). Maka berdoa dilakukan dengan merendahkan diri, melembutkan suara, rasa takut dan harap. Semua itu pasti membutuhkan hadirnya hati dalam berdoa dan itu sangat jelas. Berdasarkan hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda yang artinya, “Berdoalah kalian kepada Allah dengan hati yang yakin akan dikabulkannya doa, dan ketahuilah sesungguhnya Allah tidak akan mengabulkan doa dari hati yang lalai” (H.R. At-Tirmidzi dan Syaikh Al-Albani di As-Silsilatush Shahihah [disadur dari kitabul adab, hal. 364]

Para pembaca yang semoga dirahmati Allah, setelah kita mengetahui betapa pentingnya adab-adab dalam berdoa, hendaknya kita bersegera dalam mengamalkannya, karena hal ini merupakan penyebab terkabulnya doa kita. Hendaknya setiap muslim memperhatikan amalannya dan jangan sampai seorang muslim meminta doa kepada selain Allah Ta’ala, karena hal itu merupakan sebuah kesyirikan dan dosa kesyirikan tidak akan diampuni sampai ia bertaubat. Na’udzubillah min dzalik.


[1] Yang dimaksud dengan keadaan yang sangat gelap ialah didalam perut ikan, di dalam laut dan di malam hari.

[2] Maksudnya: nama-nama yang agung yang sesuai dengan sifat-sifat Allah.

About these ads