Oleh: Ustadz Abu Abdillah Addariny, Lc

Ketika aku putuskan untuk beramal sesuai Quran & Sunnah dengan faham Salaful Ummah… Aku pun dipanggil Wahabi

Ketika aku minta segala hajatku hanya kepada Allah, tidak kepada Nabi atau pun Wali… Aku pun dituduh Wahabi

Ketika aku meyakini Alquran itu kalam Ilahi, bukan makhluq… Aku pun diklaim Wahabi

Ketika aku takut mengkafirkan dan memberontak penguasa yang zhalim… Akupun dapat platform Wahabi

Ketika aku tidak lagi shalat, ngaji serta ngais berkah di makam keramat… Aku pun dijuluki Wahabi

Ketika aku putuskan keluar dari tarekat sufi yang berani menjaminku masuk surga… Aku pun diembel-embeli Wahabi

Ketika aku katakan tahlilan dilarang oleh Imam Syafi’i… Aku pun dihujat sebagai Wahabi

Ketika aku tinggalkan maulidan karena Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam- tidak pernah ajarkan… Aku pun dikirimi “berkat” Wahabi

Ketika aku takut mengatakan bahwa Allah itu dimana-mana, sampai ditubuh babi pun ada… Aku pun distempeli Wahabi

Ketika aku mengikuti Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam- memanjangkan jenggot, memotong celana di atas dua mata kaki, .., .., Akupun dilontari kecaman Wahabi

Ketika aku tanya apa itu Wahabi..?

Mereka pun gelengkan kepala tanda tak ngerti..

Ketika ku tanya siapa itu wahabi..?

Merekapun tidak tahu dengan apa harus menimpali..

Tapi..!

Apabila Wahabi mengajakku beribadah sesuai dengan Quran & Sunnah… Maka aku rela mendapat gelar Wahabi!

Apabila Wahabi mengajakku hanya menyembah dan memohon kepada AllahMaka aku Pe–De memakai mahkota Wahabi!

Apabila Wahabi menuntunku menjauhi syirik, khurafat dan bid’ahMaka aku bangga menyandang baju kebesaran Wahabi!

Apabila Wahabi mengajakku taat kepada Allah ta’ala dan RasulNya -shollallohu alaihi wasallam-Maka akulah pahlawan Wahabi!

Ada yang bilang… Kalau pengikut setia Muhammad-shallallahu ‘alaihi wa sallam- digelari Wahabimaka aku rela menjadi Wahabi!

Ada juga yang bilang… Jangan sedih wahai “Pejuang Tauhid”, sebenarnya musuhmu itu sedang memujimu

Pujian dalam hujatan…!