Sesunggunya kita telah mengetahui bahwa Allah itu sangat sayang kepada hamba-Nya. Bagaimana tidak, begitu banyak  nikmat dan kebaikan yang Allah berikan kepada kita, sementara kita terkadang bermaksiat kepada-Nya. Di antara kasih sayang Allah kepada hamba-Nya adalah melipatgandakan amalan hamba-Nya jika ia berbuat kebaikan.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya, “Sesungguhnya Allah telah mencatat  setiap amalan kebaikan dan kejelekan, kemudian menerangkannya. Barangsiapa yang bertekad mengerjakan satu kebaikan, namun tidak dilaksanakan, maka Allah telah mencatatnya sebagai satu kebaikan disisi-Nya secara sempurna, dan jika ia bertekad kemudian ia laksanakan, maka Allah catat di sisi-Nya sepuluh kebaikan sampai tujuh ratus kali lipat, bahkan sampai berkali lipat banyaknya. Dan barangsiapa yang bertekad melakukan kejelekan kemudian tidak ia laksanakan, maka Allah catat satu kebaikan di sisi-Nya secara sempurna, dan jika ia bertekad melakukan kejahatan dan  ia melaksanakannya, maka Allah catat untuknya sebagai satu kejelekan saja.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Di antara amalan ringkas yang pahalanya besar di sisi Allah

[1] Membaca Al-Quran

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya, Siapa yang membaca satu huruf dari Al Quran maka baginya satu kebaikan dengan bacaan tersebut, satu kebaikan dilipatkan menjadi sepuluh kebaikan semisalnya dan aku tidak mengatakan الم satu huruf akan tetapi Alif satu huruf, Laam satu huruf dan Miim satu huruf. (HR. Tirmidzi)

[2] Menjaga shalat sunnah rawatib 12 raka’at

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya, “Seorang hamba yang muslim melakukan shalat sunnah yang bukan wajib, karena Allah, (sebanyak) dua belas raka’at dalam setiap hari, maka Allah akan membangunkan baginya sebuah rumah (istana) di surga.” (HR. Muslim)

[3] Menjaga shalat sunnah dhuha

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya, “Tiap pagi ada kewajiban sedekah bagi tiap ruas tulang kalian, setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, memerintahkan untuk melakukan kebaikan adalah sedekah, melarang dari kemungkaran adalah sedekah, dan semua itu dapat tercukupi dengan melakukan dua rakaat shalat dhuha.” (HR. Muslim)

[4] Shalat sunnah setelah berwudhu’

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya, “Tidaklah seorang muslim berwudhu’ kemudian ia baguskan wudhu’nya, lalu ia berdiri shalat dua raka’at dengan menghadapkan hati dan wajahnya pada dua raka’at itu, melainkan surga wajib baginya.” (HR. Muslim)

[5] Melakukan puasa di hari ‘arafah dan puasa ‘asyura

Abu Qatadah Al Anshariy berkata, ‘Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ditanya mengenai keutamaan puasa ‘Arafah?’ Beliau menjawab, “Puasa ‘Arafah akan menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” Beliau juga ditanya mengenai keistimewaan puasa ’Asyura? Beliau menjawab, “Puasa ’Asyura akan menghapus dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim)

[6] Menjaga puasa sunnah senin dan kamis

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya, “Berbagai amalan dihadapkan (pada Allah) pada hari Senin dan Kamis, maka aku suka jika amalanku dihadapkan sedangkan aku sedang berpuasa.” (HR. Tirmidzi)

[7] Membaca tasbih, tahmid, dan tahlil

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya, “Barangsiapa yang membaca:’subhanallahi wa bihahmdih’, sebanyak seratus kali sehari, akan diampuni dosa-dosanya meskipun sebanyak buih di lautan.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya, “Ada dua kalimat yang ringan di lidah tetapi berat timbangannya, amat disukai oleh Allah Ar-Rahman: ’subhanallahi wa bihahmdih ’subhanallahil ‘azhim’.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya, “Barangsiapa yang mengucapkan:’laa ilaha illallah wahdahu laa syarii kalah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qadiir’, sebanyak sepuluh kali, seperti orang yang membebaskan budak dari keturunan Ismail.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

“Barangsiapa yang mengucapkan:’subhanallahil ‘azhim wa bi hamdih’, akan ditanamkan baginya sebuah pohon kurma di surga.” (HR. At-Tirmidzi dan Al-Hakim)

Sungguh masih banyak lagi amalan yang mudah untuk dilakukan, namun ganjarannya amat besar di sisi Allah ta’ala. Dan amal yang dicintai oleh Allah adalah yang dikerjakan meskipun sedikit, namun kontinu (terus-menerus). Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya, “Amalan yang paling dicintai oleh Allah ta’ala adalah amalan yang kontinu walaupun itu sedikit.” (HR. Muslim)