air murniTerjatuh ke dalam dosa dan maksiat, pasti pernah dilakukan oleh setiap manusia. Tidak ada manusia yang ma’shum (terjaga) dari kesalahan, kecuali Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam. Bahkan para shahabat beliau sekali pun tidak luput dari yang namanya kesalahan. Karena manusia adalah tempatnya salah dan lupa.

Sebagai hamba yang ta’at, kita harus harus memiliki sikap yang benar tatkala terjatuh ke dalam dosa dan maksiat. Seperti yang pernah disabdakan oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam (yang artinya), “Setiap anak cucu Adam pasti pernah berbuat salah, dan sebaik-baik orang yang bersalah ialah orang yang banyak bertaubat.” (H.R. At-Tirmidzi, hasan)

Oleh karena itu, hendaknya kita segera memohon ampun kepada Allah ta’ala. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), ‎”Berlomba-lombalah kamu kepada ampunan Rabbmu dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.” (QS. Al Hadid: 21)

Di antara Keutamaan Taubat

[1] Salah satu sebab keberuntungan

Allah telah memerintahkan hamba-hamba Nya untuk bertaubat. Dan taubat adalah wajib bagi setiap muslim.Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Dan bertaubatlah kalian semua kepada Allah wahai orang-orang yang beriman, supaya kalian menjadi orang-oarang yang beruntung.” (Q.S. An-Nur: 31)

[2] Dicintai oleh Allah ta’ala

Sungguh orang yang gemar bertaubat akan dicintai oleh Allah ta’ala. Dimana Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan mencintai orang-orang yang menyucikan diri.” (Q.S. Al-Baqarah: 222)

[3] Diampuni kesalahan-kesalahannya dan diterimanya amal

Orang yang bertaubat akan diampuni kesalahan-kesalahannya. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Dialah Allah yang menerima taubat dari hamba-hamba Nya, dan memaafkan kesalahan-kesalahan.” (Q.S. Asy-Syura: 25)

Orang yang bertaubat juga menjadi sebab diterimanya amal. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Dan barangsiapa yang bertaubat dan beramal shalih, maka akan Allah terima taubatnya.: (Q.S. Al-Furqan: 71)

Syarat-Syarat Diterimanya Taubat

Telah kita ketahui bahwa syarat diterimanya suatu taubat secara umum ada tiga, yaitu mengakui dan menyesali dengan dosa yang telah ia lakukan, meninggalkan perbuatan dosa tersebut, dan bertekad untuk tidak mengulangi dosa tersebut. Dan pada intinya, kita bertaubat haruslah ikhlas dalam rangka mencari ampunan Allah ta’ala, bukan karena motivasi-motivasi yang lainnya.

Sungguh hati manusia sangatlah lemah, sedangkan godaan setan menyambar-nyambar. Oleh karena itu, seorang muslim harus senantiasa berdoa meminta perlindungan Allah dari godaan setan, dan meminta pertolongan Allah agar dimudahkan dalam bertaubat.