putihMungkin wanita cantik di zaman kita sekarang adalah wanita yang berkulit putih dan berbadan langsing. Tahukah kita bahwa kriteria wanita yang cantik di zaman Nabi seperti apa? Berikut petikan hadits yang diriwayatkan dari Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim.

Dari Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha, sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berada di sisi Ummu Salamah, di dalam rumah seorang banci[1]. Banci tersebut bercerita kepada saudara laki-lakinya Ummu Salamah, yaitu Abdullah bin Abi Umayyah.

“Jika Allah memberikan sebuah kemenangan pada kelompok kalian suatu hari, akan aku tunjukkan seorang anak perempuannya Ghaylan. Jika ia datang, maka akan tampak 4 lipatan, dan jika ia pergi, maka akan tampak 8 lipatan.”

Al Hafizh Ibnu Hajr menukil perkataan Al-Khathabi dalam kitabnya Fathul Bari,

“Yang dimaksud dengan lipatan tersebut adalah lipatan di perutnya. Jika ia datang, maka akan tampak jelas lipatannya atas sebagian yang lainnya. Jika ia pergi lipatan tersebut menjadi 8 lipatan. Hal ini menunjukkan bahwa ia memiliki badan yang penuh dengan lipatan, dan tidak akan terjadi kecuali pada wanita yang gemuk. Dan kebiasaan laki-laki (zaman dahulu), pada umumnya menyukai/tertarik dengan wanita yang memiliki kriteria seperti itu.” [2]

Hadits di atas menceritakan seorang banci yang akan menunjukkan seorang wanita cantik, apabila sekelompok orang berhasil menguasai suatu tempat. Wanita yang dimaksud adalah wanita gemuk, yang pada zaman itu membuat laki-laki tertarik pada umumnya. Jadi tolak ukur ketertarikan seorang laki-laki kepada wanita itu berbeda-beda tergantung dengan zaman. Boleh jadi suatu saat wanita yang berkulit hitam membuat laki-laki lebih tertarik daripada yang berkulit putih.


[1] Banci itu boleh jadi bawaan dari lahir, boleh jadi meniru-niru sifat perempuan

[2] Ahkamun nikah waz zafaf

Sumber: di sini