Fire and waterAllah Tabaraka wa Ta’ala adalah Dzat yang Maha Adil. Allah akan mengganjar setiap perbuatan hamba-hamba-Nya. Baik itu ganjaran berupa pahala karena melakukan kebaikan, atau pun ganjaran berupa dosa karena melakukan keburukan. Allah menyikapi kebaikan seorang hamba dengan anugerah-Nya, sedangkan dalam keburukan seorang hamba, Allah sikapi dengan keadilan-Nya.

Ketika seorang hamba melakukan satu kebaikan saja, maka Allah akan mengganjarnya dengan pahala minimal sepuluh kebaikan. Bukankah itu sebuah anugerah? Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya),

…dan jika ia mengerjakan (kebaikan) yang telah ia niatkan, maka Allah akan mencatatnya sebagai sepuluh kebaikan, sampai tujuh ratus kebaikan, hingga berlipat-lipat banyaknya…” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Di sisi lain, ketika seorang hamba melakukan satu keburukan, maka Allah akan mencatatnya sebagai satu kejelekan saja. Bukankah ini keadilan Allah Ta’ala? Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya),

…dan jika ia mengerjakan (keburukan) yang telah ia niatkan, maka Allah akan mencatatnya sebagai satu kejelekan saja.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman (yang artinya),

Barangsiapa yang datang dengan kebaikan, maka baginya pahala sepuluh kali lipatnya. Dan barangsiapa yang datang dengan membawa keburukan, maka ia tidak akan dibalas kecuali dengan yang semisalnya, sedang mereka tidak dizhalimi.” (QS. Al-An’am: 160)

Allah tidak akan menzhalimi hamba-hamba-Nya. Kebaikan yang dilakukan seorang hamba, tidak akan Allah kurangi pahalanya. Begitu juga keburukan yang dilakukan seorang hamba, Allah tidak akan menambahkan dosa apa yang tidak dikerjakan hamba-hamba-Nya.

Sungguh benarlah perkataan ulama terdahulu, bahwa sangat mengherankan bahwa ada seseorang yang deret hitungnya mengalahkan deret kelipatannya. Padahal Allah mengganjar satu amal shalih dengan kebaikan minimal sepuluh, sedangkan membalas satu amal buruk dengan satu kejelekan saja. Jika hal ini terjadi pada diri seorang hamba, lantas apa saja yang ia lakukan di dunia selama ini? Sungguh ia telah sangat lalai, padahal Allah begitu sayang pada hamba-hamba-Nya.

Sumber: di sini