Manusia itu bermacam-macam, baik dari laki-laki maupun perempuan. Dan hanyalah takwa yang membedakannya di hadapan Allah. Allah Tabaraka wa Ta’ala berfirman (yang artinya),

“…sesungguhnya yang paling mulia di antara kalian adalah yang paling bertakwa…” (QS Al-Hujurat: 13)

Kedudukan manusia pun bertingkat-tingkat. Allah menyebutkan tingkatan manusia dalam surah Fathir di ayat yang ke-32. Allah Ta’ala berfiman (yang artinya),

“…lalu di antara mereka ada yang berbuat zhalim terhadap dirinya sendiri, dan di antara mereka ada yang pertengahan, dan di antara mereka (pula) ada yang lebih dahulu melakukan kebaikan…”

Orang yang menzhalimi dirinya sendiri

Jenis manusia ini adalah jenis manusia yang suka menzhalimi dan menganiaya dirinya sendiri. Ia sangat lalai dalam melakukan kebaikan, namun begitu mudah dalam melakukan keburukan. Dan keburukan yang ia lakukan lebih banyak dibandingkan dengan kebaikan yang ia lakukan. Manusia ini tergolong manusia yang paling merugi.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya),

“Jauhilah kezhaliman, sesungguhnya kezhaliman itu akan (membawa) kegelapan pada hari kiamat.” (HR. Muslim)

Orang yang pertengahan

Jenis manusia ini adalah jenis manusia yang pertengahan. Terkadang ia melakukan kebaikan, dan terkadang ia melakukan keburukan. Ia mampu mengerjakan amalan wajib, namun masih belum mampu mengerjakan amalan yang sunnah. Masih melakukan perbuatan yang mubah yang berlebihan, bahkan makruh.

Orang yang lebih dulu melakukan kebaikan

Jenis manusia ini adalah jenis manusia yang lebih dahulu dalam melakukan kebaikan. Ia sangat segera dalam melakukan kebaikan, dan bersegera dalam meninggalkan keburukan. Meninggalkan hal yang makruh, bahkan meninggalkan hal mubah yang berlebihan. Selain mengerjakan hal yang wajib, ia juga semangat menyempurnakan hal yang wajib dengan mengerjakan hal yang sunnah.

Jenis manusia ini disebut juga al-muqarrabun. Seperti yang Allah firmankan dalam surah Al-Waqi’ah ayat 10-11. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Dan orang-orang yang beriman terlebih dahulu. Mereka itulah al-muqarrabun (yang didekatkan kepada Allah).” Manusia ini tergolong manusia yang sangat beruntung, karena kebaikan yang ia lakukan sangat banyak, dan hanya sedikit sekali keburukan yang ia lakukan.

Dari ketiga jenis manusia di atas, dimanakah posisi kita?

Sunber: di sini