Sebuah hadits panjang yang diriwayatkan dalam kitab Al-Adabul Mufrad karya Al-Imam Al-Bukhari, tentang seorang pemuda dari Bani Amir yang mendatangai Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Pemuda tersebut bertanya kepada Nabi, “Apakah ada suatu ilmu yang tidak engkau ketahui?” Nabi menjawab, “Sungguh Allah mengetahui hal-hal yang baik, dan sesungguhnya ilmu yang tidak diketahui kecuali hanya Allah yang tahu ada 5 hal (kemudian Nabi membaca ayat), “Sesungguhnya hanya di sisi Allah lah ilmu tentang Hari Kiamat, dan Dia yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada di dalam Rahim, dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui apa yang akan dilakukannya esok hari, dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana ia akan mati….” (QS. Luqman: 34)

Beberapa Faedah yang dapat dipetik dari hadits di atas

  1. Bolehnya bertanya suatu hal kepada ‘Ulama.
  2. Ada 5 perkara yang tidak diketahu kecuali hanya Allah yang tahu.
  3. Dustanya orang yang mengaku-ngaku mengetahui kapan Hari Kiamat terjadi. Hal ini menunjukkan sesatnya seorang yang mengaku-ngaku mengetahui perkara yang ghaib.
  4. Perkara hujan turun, hanya Allah lah yang tahu. Namun seiring dengan kemajuan teknologi, ditemukan ilmu yang dapat memperkirakan cuaca hari ini atau esok hari. Hal ini boleh selama ada sisi ilmiah sehingga dapat dijadikan alasan. Namun betapa banyak ‘ramalan cuaca’ yang meleset dari perkiraannya, karena semua hal itu tidaklah terjadi kecuali dengan kehendak Allah.
  5. Begitu juga dengan apa yang ada di dalam rahim, hanya Allah lah yang tahu. Meskipun ada juga alat yang dapat mendeteksi jenis kelamin janin yang ada di dalam rahim, namun tidak sedikit yang meleset dari deteksinya.
  6. Allah lah yang mengetahui nasibnya esok hari, baik dari rizkinya, jodohnya, umurnya, apakah ia esok akan bahagia atau pun sengsara. Hal ini menunjukkan bahwa hanya Allah lah yang mengatur semua hal di atas, sehingga hal ini menjadikan sebab bahwa seorang hamba haruslah beribadah hanya kepada Allah, meminta segala kebutuhannya hanya kepada Allah, dan bertawakkal hanya kepada Allah.
  7. Hadits di atas menunjukkan bahwa seseorang tidak akan pernah tahu kapan ia akan mati. Ketika seseorang tidak tahu kapan ia mati, harusnya ia merasa takut ketika melakukan perbuatan yang melanggar hak-hak Allah. Boleh jadi ia mati dalam keadaan sedang bermaksiat kepada Allah.
  8. Tidaklah perlu membaca ta’awudz dan basmalah terlebih dahulu ketika hendak mengutip ayat. Karena demikian itu tidak dilakukan Nabi ketika mengutip sebuah ayat. Jika hal itu baik, pasti akan Nabi lakukan.

Sumber: di sini