Sebuah hadits yang terdapat dalam kitab Al-Adabul Mufrad yang tercantum dalam Bab Amanah karya Al-Imam Al-Bukhari, shahabat Anas bin Malik [1] bercerita kepada Tsabit al-Bunani. Anas mengatakan: Suatu hari aku melayani Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, hingga aku selesai melayani beliau. Aku berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sedang qailulah (istirahat siang).” Maka aku pun keluar dari rumah Nabi, dan melihat anak-anak kecil yang sedang bermain. Aku berhenti sejenak melihat mereka dan pemainan mereka. Maka tiba-tiba Nabi datang mendekati anak-anak tersebut dan mengucapkan salam kepada mereka, kemudian memanggilku. Beliau mengutusku untuk memenuhi kebutuhannya, dan beliau berteduh di bawah pohon menungguku hingga aku datang kembali. Karena hal itu, aku telat pulang ke rumah ibuku (Ummu Sulaim). Ibuku bertanya kepadaku, “Apa yang menahanmu (membuatmu telat, pent) pulang?” Aku menjawab, “Nabi shallallau ‘alaihi wa sallam mengutusku untuk suatu keperluan.” Ibuku bertanya, “Keperluan apa itu?” Aku menjawab, “Itu rahasia Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.” Ibuku berkata, “Jagalah rahasia Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.” Maka aku tidak pernah menceritakan kepada siapa pun tentang hal itu, dan seandainya aku cerita, aku telah bercerita kepadamu (Tsabit).

Beberapa Faedah yang Dapat Dipetik dari Kisah di Atas

  1. Keutamaan shahabat Anas bin Malik. Beliau menjadi pembantu Nabi sejak Nabi hijrah dari Mekkah menuju Madinah selama Nabi tinggal di Madinah.
  2. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam hanyalah manusia biasa, beliau membutuhkan istirahat siang layaknya manusia lainnya. Beliau juga berteduh di bawah pohon karena berlindung dari udara yang panas.
  3. Bolehnya mencari hiburan atau bersenang-senang selama hal tersebut tidak melalaikan dan berlebih-lebihan. Karena shahabat Anas bin Malik melihat anak-anak kecil yang sedang bermain untuk mencari hiburan. Hal ini juga menunjukkan bolehnya melihat suatu hal yang menyenangkan, asalkan bukan memandang hal yang haram.
  4. Betapa tawadhu’ nya sikap Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam, beliau tidak sungkan mengucapkan salam kepada anak-anak kecil yang sedang bermain.
  5. Hendaknya setiap orang tua memiliki perhatian penuh kepada anaknya. Ummu Sulaim bertanya kepada Anas kenapa ia bisa sampai telat pulang ke rumah. Dan sangat disayangkan, kita dapati sebagian orang tua yang tidak peduli dengan kondisi anaknya, tidak peduli anaknya habis dari mana, dan apa yang telah anaknya lakukan di luar rumah. Sehingga hal tersebut selayaknya ditinggalkan.
  6. Bertanya terlebih dahulu sebelum menghukumi. Ummu Sulaim tidak langsung marah-marah kepada Anas kenapa ia pulang telat, namun ia bertanya dulu alasan kenapa Anas pulang telat.
  7. Orang tua yang baik adalah orang tua yang memerintahkan anaknya untuk melakukan kebaikan. Ummu Sulaim menyuruh Anas untuk menjaga rahasia Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sikap menjaga rahasia adalah salah satu sikap dari amanah.

Sumber: di sini


[1] Beliau adalah pembantu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam selama 10 tahun di Madinah