Syahadat Laa Ilaha Illallah

2 Komentar


Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam tercurah kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, keluarganya, para shahabatnya dan orang-orang yang mengikuti beliau dengan baik hingga akhir zaman.

Semua  umat muslim bersepakat  bahwa untuk masuk ke dalam agama Islam, wajib mengucapkan kalimat tauhid, yaitu “Laa Ilaha Illallah”. Akan tetapi, realitanya kalimat tersebut hanya lah diucapkan secara lisan saja, tidak diiringi dengan perbuatan. Padahal, kalimat tersebut mempunyai makna yang sangat agung. Di sini saya mengajak anda untuk sedikit memahami makna dari kalimat tersebut.

Makna Kalimat Tauhid

Makna syahadat “لاإله إلاالله”, yang biasanya diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi tiada tuhan selain Allah. Namun, makna sebenarnya bukanlah seperti itu, akan tetapi “لامعبود حق إلاالله”, yaitu tidak ada satu pun sesembahan yang berhak diibadahi kecuali Allah Ta’ala. Maka tidak boleh berdoa kepada selain Allah, tidak boleh shalat, bernadzar, menyembelih hewan kecuali kepada Allah Ta’ala. Dan begitu pula ibadah yang lainnya, tidak boleh ditujukan kepada selain Allah Ta’ala. Lagi

Syarat-Syarat Diterimanya Amal

5 Komentar


Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam tercurah kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, keluarganya, para shahabatnya dan orang-orang yang mengikuti beliau dengan baik hingga akhir zaman.

Pengertian Ibadah

Pengertian ibadah secara bahasa, berkata Ibnu Sayyidah: “Arti ibadah secara bahasa adalah penghinaan. Dari perkataan bangsa Arab: (طر يق معبد), “Jalan penghambaan yaitu perendahan diri, dan darinya diambil dari kata (العبد), yaitu penghinaan diri kepada Allah. Istilah penghambaan, ketundukan, penghinaan dan merendahkan diri adalah saling berdekatan dalam makna. Ibadah merupakan salah satu jenis dari ketundukan kepada Allah, dan tidak berhak diberikan kecuali kepada Pemberi Nikmat dengan jenis-jenis nikmat yang paling tinggi, seperti kehidupan, kepahaman, pendengaran dan penglihatan”.[1]

Macam-Macam Ibadah

Ibadah itu terbagi atas 4 macam, yaitu ibadah hati, ibadah perkataan, ibadah badan dan ibadah harta. Ibadah hati terdiri dari perkataan hati dan perbuatan hati. Lagi

Macam-Macam Tauhid dan Faedahnya

21 Komentar


Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam tercurah kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, keluarganya, para shahabatnya dan orang-orang yang mengikuti beliau dengan baik hingga akhir zaman.

Sesungguhnya Allah telah mengutus para nabi dan rasul untuk mendakwahkan tauhid. Allah mengutus mereka untuk mengajak manusia beribadah hanya kepada-Nya dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Allah Ta’ala berfirman

“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu”, maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. Maka berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul)” (Q.S. An-Nahl : 36) Lagi

Hak Allah Atas Hamba-Nya

2 Komentar


Segala puji bagi Allah, kami memuji-Nya, memohon pertolongan dan ampunan kepada-Nya, kami berlindung kepada Allah dari kejahatan diri kami dan kejelekan amalan-amalan kami. Siapa yang Allah beri petunjuk, maka tidak ada yang bisa menyesatkannya dan siapa yang Allah sesatkan, maka tidak ada yang dapat memberi petunjuk.

Aku bersaksi bahwa tiada ilah yang berhak diibadahi kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan Allah.

Sebagai seorang hamba, kita harus mengetahui untuk apa kita diciptakan. Bagaimana kewajiban kita sebagai seorang hamba kepada Rabb-nya. Maka dari itu, kita perlu mengetahui tujuan kita diciptakan oleh Allah. Insya Allah melalui tulisan yang singkat ini, saya bermaksud mengajak anda untuk memahami hak Allah atas hamba-Nya. Lagi