Buku Islam: Mutiara Faidah Kitab Tauhid

Tinggalkan komentar


mfkt 1Belajar Tauhid dengan Mudah dan Sistematis

Buku Mutiara Faedah Kitab Tauhid ini memberikan penjelasan secara gamblang dan rinci dari keterangan yang di sampaikan oleh Syaikh Muhammad at-Tamimi dalam kitab beliau Kitabut Tauhid. Kitab ini merupakan lumbung ilmu tauhid agung yang di jadikan referensi oleh para ulama ahlussunnah dan para penuntut ilmu syar’i dalam mempelajari aqidah yang benar dari Al-Qur’an dan As-Sunnah. Dalam Buku ini terkandung lautan faedah yang bisa didapatkan dari Kitabut Tauhid bagi orang-orang yang memendam rasa rindu untuk melihat wajah-Nya di akhirat kelak…

Judul: Mutiara Faidah Kitab Tauhid
Penulis: Ustadz Abu Isa Abdullah bin Salam
Penerbit: Pustaka Muslim
Dimensi: 16 cm x 23,5 cm
Jumlah Halaman: 357 halaman
Harga: Rp. 60.000,00

Pemesanan silahkan menghubungi

Telepon/SMS: 089667355771
Whatsapp: 085252052345
PIN BBM: 24C6574D

mfkt 2

Bukti Tauhid Dibagi 3 Dalam Surah Al-Fatihah

10 Komentar


Al-Fatihah adalah surah yang paling sering kita baca. Per harinya minimal seorang muslim membacanya 17 kali. Al-Fatihah juga bermanfaat sebagai ruqyah untuk orang yang sedang sakit, dengan cara cukup dibacakan di dekat orang yang sakit. Disebut surah al-fatihah, karena al fatihah adalah pembuka, yaitu sebagai bacaan pembuka untuk mushaf yang sangat mulia yang bernama Al-Quran.

Tapi tahukah kita? Di dalam al-fatihah itu sendiri terdapat dalil yang menunjukkan bahwa tauhid itu dibagi 3, yaitu tauhid rububiyah, tauhid uluhiyah, serta tauhid nama dan sifat Allah. Lagi

Adab-Adab Berdoa

5 Komentar


Doa adalah sebuah ibadah yang agung. Dimana seorang hamba merasa butuh akan Rabbnya. Di dalam doa terpanjatkan permintaan dan permohonan. Di dalam doa pula seorang hamba mengadu kepada Allah dan sebagai ucapan syukur kepada Allah Ta’ala. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu.” (QS. Al-Mukmin: 60).

Tidak sepantasnya bagi seorang hamba jika ia berdoa kepada selain Allah Ta’ala. Karena hanya Allah lah yang mampu memenuhi kebutuhan hamba-Nya, hanya Allah lah yang menghilangkan kesulitan hamba-Nya. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan.” (QS. An-Naml: 62) Lagi

Meneladani Nabi Ibrahim

Tinggalkan komentar


Hari raya ‘Iedul Adha. Ya, itu merupakan hari raya bagi umat Islam selain hari raya ‘Iedul Fitri. Hari dimana umat Islam yang berada di Mekkah sana melaksanakan ibadah haji. Hari dimana berbagi kebahagiaan di antara kaum muslimin. Dan yang paling berkesan adalah saat penyembelihan hewan kurban. Umat islam bergotong royong, saling membantu satu sama lain. Hal ini terlihat ketika penyembelihan dimulai hingga pembagian daging hasil sembelihan.

Mungkin cukup itu saja pembukaan tulisan ini. Jika kita tilik lebih jauh, sejarah penyembelihan kurban itu sendiri berasal dari kisah Nabi Ibrahim bersama putranya Nabi Ismail ‘alaihimash shalatu wa sallam. Jika kita mau merenungi, banyak sekali keteladanan  yang dapat kita ambil dari Nabi Ibrahim ‘alaihish shalatu wa sallam. Lagi

Keagungan Ayat Kursi

6 Komentar


Ayat kursi adalah ayat yang paling agung di dalam Al-Quran. Karena di dalamnya terdapat 3 macam tauhid yang terkumpul di dalamnya, yaitu tauhid rububiyah, tauhid uluhiyah, dan tauhid nama dan sifat Allah.

Ibnu Katsir dalam tafsirnya mengatakan, “Ayat Kursi ini memiliki kedudukan yang sangat agung. Dalam hadits shahih dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam disebutkan bahwa ia merupakan ayat teragung yang terdapat dalam Al-Quran.[1]

Sebagaimana yang ada pada pertanyaan yang diajukan oleh Rasulullah kepada Ubay bin Ka’ab, “Ayat mana yang paling agung dalam kitabullah?” Ubay menjawab, “Ayat Kursi.” Maka beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menepuk dada Ubay kemudian berkata, “Wahai Abu Mundzir, semoga engkau berbahagia dengan ilmu yang engkau miliki.” (HR. Muslim)

Di antara keutamaannya adalah

Lagi

Syahadat Laa Ilaha Illallah

2 Komentar


Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam tercurah kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, keluarganya, para shahabatnya dan orang-orang yang mengikuti beliau dengan baik hingga akhir zaman.

Semua  umat muslim bersepakat  bahwa untuk masuk ke dalam agama Islam, wajib mengucapkan kalimat tauhid, yaitu “Laa Ilaha Illallah”. Akan tetapi, realitanya kalimat tersebut hanya lah diucapkan secara lisan saja, tidak diiringi dengan perbuatan. Padahal, kalimat tersebut mempunyai makna yang sangat agung. Di sini saya mengajak anda untuk sedikit memahami makna dari kalimat tersebut.

Makna Kalimat Tauhid

Makna syahadat “لاإله إلاالله”, yang biasanya diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi tiada tuhan selain Allah. Namun, makna sebenarnya bukanlah seperti itu, akan tetapi “لامعبود حق إلاالله”, yaitu tidak ada satu pun sesembahan yang berhak diibadahi kecuali Allah Ta’ala. Maka tidak boleh berdoa kepada selain Allah, tidak boleh shalat, bernadzar, menyembelih hewan kecuali kepada Allah Ta’ala. Dan begitu pula ibadah yang lainnya, tidak boleh ditujukan kepada selain Allah Ta’ala. Lagi

Syarat-Syarat Diterimanya Amal

5 Komentar


Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam tercurah kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, keluarganya, para shahabatnya dan orang-orang yang mengikuti beliau dengan baik hingga akhir zaman.

Pengertian Ibadah

Pengertian ibadah secara bahasa, berkata Ibnu Sayyidah: “Arti ibadah secara bahasa adalah penghinaan. Dari perkataan bangsa Arab: (طر يق معبد), “Jalan penghambaan yaitu perendahan diri, dan darinya diambil dari kata (العبد), yaitu penghinaan diri kepada Allah. Istilah penghambaan, ketundukan, penghinaan dan merendahkan diri adalah saling berdekatan dalam makna. Ibadah merupakan salah satu jenis dari ketundukan kepada Allah, dan tidak berhak diberikan kecuali kepada Pemberi Nikmat dengan jenis-jenis nikmat yang paling tinggi, seperti kehidupan, kepahaman, pendengaran dan penglihatan”.[1]

Macam-Macam Ibadah

Ibadah itu terbagi atas 4 macam, yaitu ibadah hati, ibadah perkataan, ibadah badan dan ibadah harta. Ibadah hati terdiri dari perkataan hati dan perbuatan hati. Lagi

Older Entries